IMMSukoharjo.com, Sukoharjo – PK IMM KH Mas Mansur mengadakan kegiatan bedah film (29/05/22) dengan judul Penyalin Cahaya. acara dimulai oleh Nisrin selaku pembawa acara. Ia menyampaikan susunan acara yang dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci al-qur’an; sambutan oleh ketua umum PK IMM KH Mas Mansur; IMMawan Faruq (sapaan akrabnya) menyampaikan; bahwa harapannya setelah menonton dan membedah film ini para Wanita dapat belajar untuk lebih berani bersuara; berani menyatakan pendapatnya dan juga berani untuk membela dirinya sendiri.

BACA JUGA : Sosok Pemimpin Harapan Ketua PWM Jawa Tegah, KH. Dr….

Sambutan dilanjutkan oleh IMMawan Ferdi selaku pimpinan cabang; ia juga menyampaikan harapannya yang sama dengan apa yang telah IMMawan Faruq sampaikan. Setelah menonton Bersama film tersebut, IMMawati Nyufi; selaku pemateri menyampaikan pandangannya terhadap film tersebut.“ dari film itu kita para Wanita dapat banyak sekali pelajaran. Poin pertama dari film tersebut adalah masih banyak orang disekitar kita yang menganggap bahwa kekerasan atau pelecehan seksual hanyalah pemerkosaan; padahal jika kita menelisik lebih dalam kejahatan seksual tidak hanya berputar pada hal tersebut saja.

Film ini mendobrak mitos bahwa kekerasan seksual hanya berputar pada hal tersebut, juga mendobrak mitos bahwa kejahatan seksual hanya bisa terjadi pada Wanita saja,” Ujar Nyufi. Mendengar hal tersebut;  peserta bedah film pun menjadi terpantik untuk menyerukan pendapat mereka; salah satunya adalah Nisrin kader IMM Pesma, “ kenapa semuanya harus pakai bukti ya kak; gimana kalo dia kesusahan cari buktinya; apakah dia juga akan kesusahan dalam mencari perlindungan hukum, bagaimana jika hal tersebut terjadi dan terus terulang ?,” tanya Nisrin.

Acara berakhir dengan clossing Statement “ bahwa setiap individu memiliki tanggung jawabnya terhadap apa yang dia punya; terutama Wanita. Kekerasan seksual tidak terjadi hanya karena cara berpakaian semata; walaupun hal itu juga bisa menjadi salah satu Langkah pencegahaan. Kekerasan seksual gak hanya bisa terjadi pada Wanita saja, namun sangat mungkin juga terjadi pada laki-laki, terkadang kita melupakan hal terpenting  dalam pendampingan penyitas kekerasan seksual; kebanyakan dari kita hanya akan berfokus pada siapa si pelaku dan hukuman apa yang setimpal untuk si pelaku, dan melupakan tentang Kesehatan mental dari penyintas kekerasan seksual tersebut “, tutup IMMawati Nyufi.

Reporter : Salis (Kader PK IMM KH Mas Mansur UMS)
Editor : Rahmat LPMTI

Master Kalender Muhammadiyah 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here