IMMSukoharjo.Com, Semarang – Panitia Pemilihan (Panlih) Musyawarah Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah tetapkan sistem e-Voting sebagai media pemilihan formatur dan ketua umum. Penetapan e-voting sebagai media pemilihan ini menuai kontra oleh musyawirin yang ada di arena Musyda.

Penetapan e-Voting menuai kontra karena disinyalir operator e-voting berasal dari salah satu kubu. hal itulah yang menimbulkan kekhawatirkan Musyawirin terhadap kecurangan dan tidak menjunjung tinggi asas luber jurdil. Pasalnya, seluruh rangkaian Musyda dari pembukaan hingga saat menjelang pemilihan, semua diadakan secara Luring. Kekawatiran Musywirin juga disebabkan oleh tidak adanya penjelasan secara rinci terkait penetapan  e-vote sebagai media pemilihan selain sudah menjadi ketetapan panlih.

Sebelum diadakan pemilihan; Calon ketua umum dan formatur diperkenankan untuk membaca ayat suci Al-Qur’an yang sudah ditetapkan oleh panitia pemilihan; Q.S al-Maidah dimulai dari ayat 1 sampai semua calon formatur dan ketua umum selesai yang tiap-tiapnya membacakan masing-masing satu ayat.

Data pemilih sementara terpantau ada 164 pemilih. Pemilihan formatur dan ketua umum dilakukan secara bersamaan. Dan selanjutnya akan ada perhitungan suara dengan saksi lima orang calon ketua umum yang sudah terverifikasi ditambah dengan ketua umum DPD IMM Jawa Tengah sekarang. Untuk calon formatur; peserta pemilihan diwajibkan untuk memilih 12 nama dari 25 calon formatur yang terverifikasi.

Reporter : Redaksi

Master Kalender Muhammadiyah 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here