Immsukoharjo.com, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo adakan Grand Closing Kajian Keislaman dan Kemuhammadiyahan (KALAMMU) dan Forum Kader Sukoharjo (FKS), Jum’at (11/3). Acara ini diadakan untuk menutup rangkaian kegiatan KALAMMU dan FKS. Selain itu, Grand Closing ini juga dibuat sebagai forum diskusi sekaligus sebagai bentuk silaturahmi untuk kader IMM Se-Sukoharjo.

Grand Closing Klammu dan FKS
Peserta Grand Closing Kalammu dan FKS, Foto : Zein

Grand Closing Kalammu dan FKS dihadiri oleh kurang lebih 108 Peserta yang berasal dari masing-masing Komisariat yang ada di Sukoharjo. Diskusi  ini diikuti oleh kader IMM dengan sangat antusias, ditandai dengan berbagai macam pertanyaan dan pernyataan yang disampaikan oleh Pemantik diskusi dan peserta diskusi yang hadir.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Sukoharjo, IMMawan Adam Ilham Mizani S.Pd, Menyampaikan bahwa Kader IMM sukoharjo harus mampu berkembang dengan meningkatkan etos semangat keilmuan sebagai refleksi menyambut Milad IMM yang ke-58. “Harapan kedepan, Acara Forum Kader Sukoharjo dan Kalammu bisa menjadi forum diskusi yang harus berkelanjutan”, sambung Adam.

Tak sebatas kegiatan Formalitas saja, dalam Grand Closing ini juga diadakan Diskusi yang masing-masing dipantik oleh Ketua Umum Komisariat yang ada di Sukoharjo. PK IMM Pesma KH. Mas Mansur ; IMMawan Faruq Damar Fatah, PK IMM Pondok Shabran ; IMMawan Muhammad Nashirusunnah, PK IMM Abu Thoyyib ; IMMawan Yusuf Rahman, PK IMM Abu Bakar As-shiddiq ; IMMawati Nuzula Nuraini.

Grand Closing Kalammu dan FKS
Grand Closing Kalammu dan FKS, Foto : Saef

Sebagai pengantar diskusi, IMMawan Rahmat Rusma Pratama selaku Ketua Bidang Tabligh PC IMM Sukoharjo memberikan sedikit pengingat, yang itu merupakan kutipan dari Ayahanda Haedar Nasir, “Kalau ada yang mengatakan kurang tajdidnya Muhammadiyah, Maka yang bertanggungjawab adalah IMM”, Ucap Rahmat.

Materi pertama disampaikan oleh IMMawan Nasir dengan Tema “Merawat Nalar Teologis Menuju Kader Berkemajuan”. Selanjutnya disampaikan oleh IMMawan Faruq Damar Fatah dengan Tema “Urgensi Ideologi Muhammadiyah bagi Kader IMM”.

Materi berikutnya disampaikan oleh IMMawati Nuzula. sebagai satu-satunya pemantik Perempuan, Nuzula menyampaikan bahwa, Perempuan Muhammadiyah  harus HTMBBM yaitu, Haus akan ilmu, Terus menyampaikan ilmu, Menjadi Ibu, Berproses di Perserikatan, Berkarya dan memotivasi, dan Memegang Syariat.“Menjadi seorang ibu merupakan karir terbaik seorang wanita”, Tegas Nuzula.

Materi selanjutnya disampaikan oleh IMMawan Yusuf dengan tema “Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah”. Dan materi yang terakhir disampaikan oleh IMMawan Muttaqillah Ahmad dengan tema “Pentingnya Memahami Genealogi Pemikiran Gerakan Muhammadiyah”.

Reporter : Rahmat Balaroa (LPMTI)
Editor : Nadhif (LPMTI)

 

Master Kalender Muhammadiyah 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here